Kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara Bagian 3 (Habis!)

8. Kerajaan Ternate.
Menurut catatan orang Portugis, raja di Maluku yang mula-mula memeluk agama Islam adalah Raja Ternate, yaitu Gapi Baguna Sultan Marhum karena menerima pengaruh dakwah dari Datuk Maulana Husin (1465-1485 M).
Setelah wafat, beliau digantikan oleh putranya, Zainal Abidin.
Zainal Abidin hanya memerintah sampai tahun 1500 M.
Secara berturut-turut yang kemudian memerintah di Ternate adalah Sultan Sirullah, Sultan Khairun, dan Sultan Baabullah.
Sejak pemerintahan Sultan Khairun, di Maluku telah berdatangan bangsa Portugis, Spanyol, dan Belanda.
Di antara mereka terjadi persaingan yang ketat sehingga akhirnya terjadi konflik.
Bangsa Portugis mendirikan Benteng Sao Paulo dengan dalih benteng tersebut dibangun untuk melindungi Ternate dari Serangan Tidore yang bersekutu dengan Spanyol.
Lambat laun Portugis melakukan tindakan-tindakan yang menimbulkan kebencian rakyat Ternate.
Portugis membunuh Sultan Khairun karena Sultan Khairun menolak kehadiranpara misionaris Portugis di Ternate dan Portugis khawatir akan terusir dari Ternate.
Sultan Baabullah mengangkat senjata melawan bangsa Portugis.
Pada tahun 1575, Portugis berhasil di usir dari Ternate setelah benteng Portugis dikepung selama lima tahun.
Di bawah pemerintahan Sultan Baabullah, Kerajaan Ternate mencapai masa kejayaannya.
Sultan Baabullah mendapar gelar Yang Dipertuan di 72 pulau.
Setelah Sultan Baabullah wafat, Kerajaan Ternate mulai melemah.
9. Kerajaan Tidore
Kerajaan Tidore terletak di Maluku Utara.
Menurut silsilah raja-raja Ternate dan Tidore, raja Tidore yang pertama adalah syahadati alias Muhammad Naqal yang naik tahta sekitar tahun 1081 M.
Cirililiati raja ke-9 kembali ingin memeluk agma Islam, berkat dakwah Syekh Mansur dari Arab.
Setelah masuk Islam, ia mendapat gelar Sultan Jamaluddin.
Agama Islam masuk ke Tidore sekitar tahun 1471 M.Kerajaan Tidore merupakan penghasil cengkih yang besar.
Awal Kerajaan Ternate dan Tidore hidup berdampingan tanpa adanya konflik.
Seiring dengan berjalannya waktu, kedua kerajaan ini justru bersaing memperebutkan kekuasaan politik di Maluku.
Pada tahun 1512 M. bangsa Portugis dan Spanyol memasuki Maluku.
Portugis memilih bersahabat dengan Ternate dan Spanyol bersahabat dengan Tidore.
Pada tahun 1529 M. Portugis menyerang Tidore dan Spanyol dibantu oleh Ternate dan Bacan, Portugis mengalami kemenangan dalam peperangan ini.
Setelah meguasai Maluku, Portugis mulai melakukan tindakan sewenang-wenang terhadap rakyat Maluku.
Hingga akhirnya kedua kerajaan itu sadar bahwa keduanya harus bersatu untuk mengusir Portugis di Maluku.
Portugis akhirnya mengalami kekalaha pada tahun 1575 M. dan menyingkir ke Ambon.Kerajaan Tidore mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Sultan Nuku(1789-1805 M).
Pada tahun 1801 M. ,beliau menyerang Ternate sehingga Ternate dan Tidore berhasil dipersatukan.
Pengganti Sultan Nuk adalah adiknya, Zainal Abidin (1805-1810 M).
IV. Daftar Bacaan.
1. Buku PAI kelas IX kurikulum 2013

No comments:

Post a Comment