Kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara Bagian 1.

1. Kerajaan Samudera Pasai.
Kerajaan samudera pasai terletak di pesisir timur laut Aceh,kabupaten Lhok Seumawe atau,Aceh Utara Sekarang.
Raja-Raja yang pernah memerintah :
Nazimuddin al-kamil.
Ia adalah pendiri Kerajaan Samudera Pasai, seorang laksamana laut dari Mesir.
Nazimuddin al-kamil meletakkan dasar-dasar pemerintahan Kerajaan Samudera Pasai dengan berlandaskan hukum-hukum ajaran Islam.
Di bawah pemerintahannya,Kerajaan Samudera Pasai mengalami perkembangan yang cukup pesat.
Sultan Malikul Saleh.
Setelah berhasil mengalahkan Dinasti Fatimah di Mesir (penganut aliran syi'ah), Dinasti Mamaluk (penganut aliran syafe'i) ingin

Kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara Bagian 2.

5. Kerajaan Mataram Islam.
Raja pertamanya adalah Sutawijaya yang bergelar "Senapati Ingalaga Sayidin Panatagama"
Kerajaan Mataram mencapai puncak kebesarannya pada masa pemerintahan Sultan Agung Hanyakrakusuma (1613-1645 M).
Hal ini merupakan cerminan dari kebesaran jiwa,keberanian, keuletan dan kecakapan serta kuatnya kepribadian Sultan Agung.
Ia juga sangat mementingkan urusan agama.
6. Kerajaan Banjar.
Kerajaan Banjar berdiri pada tahun 1526 M dengan Suriansyah (Raden Samudera) sebagai Sultan Pertama.
Kerajaan Banjar runtuh pada saat berahirnya Perang Banjar pada tahun 1905 M.
Raja terakhirnya adalah Sultan Muhammad Seman (1862-1905 M).
Beliau wafat saat melakukan pertempuran dengan Belanda di Pucuk Cahu.
7. Kerajaan Gowa-Tallo.
Kerajaan ini terletak di daerah Sulawesi Selatan.
pada tahun 1605 Sultan Alaudin (1591-1639 M) dari Gowa masuk Islam berkat dakwah Datuk Ri Bandang dan Sulaeman dari Minangkabau.
Sejak saat itu Gowa menjadi kerajaan Islam, yang segera diikuti oleh rakyatnya.Kerajaan Gowa mencapai puncak kejayaannya pada abad 16 yang lebih dikenal dengan sebutan kerajaan kembar "Gowa-Tallo".
Dua kerajaan telahmenyatakan ikrar bersama, yang terkenal dengan bahasa "Rua Karaeng Na'se Ata"("Dua Raja tetapi satu rakyat").
Kerajaan Gowa-Tallo mencapai puncaknya terutama dibawah pemerintahan Sultan Malikussaid (1639-1653 M).
Pada tanggal 5 November 1653 Sultan Malikussaid wafat.
Beliau digantikan oleh putranya Sultan Hasanuddin.
Sultan Hasanuddin.
Cita-cita Sultan Hasanuddin untuk meguasai sepenuhnya jalur perdagangan Nusantara, mendorong perluasan kekuasaannya ke Kepulauan Nusa Tenggara, seperti Sumbawa dan sebagian Flores.
Keadaan seperti itu ditentang oleh Belanda yang memiliki daerah kekuasaan di Maluku.
Hubungan Batavia dengan Ambon terhalang oleh kekuasaan Kerajaan Makassar.
Pertentangan antara Makassar dan Belanda sering menimbulkan peperangan.
Keberanian Sultan Hasanuddin memimpin pasukan Kerajaan Makassar untuk memporak-porandakan pasukan Belanda di Maluku, mengakibatkan Belanda semakin terdesak.
Atas keberaniannya, Belanda memberi julukan kepada Sultan Hasanuddin dengan sebutan "Ayam Jantan dari Timur".
Dalam upaya menguasai Kerajaan Makassar, Belanda menjalin hubungan dengan Kerajaan Bone, dengan rajanya Aru Palaka.
Dengan bantuan Aru Palaka, pasukan Belanda berhasil mendesak Kerajaan Makassar dan menguasai ibukota kerajaan.
Akhirnya dilanjutkan dengan Perjanjian Bongaya (1667 M).
Mapasompa.
Setelah Sultan Hasanuddin turun tahta, ia digantikan oleh putranya yang bernama Mapasompa.
Sultan Hasanuddin sangat berharap agar Mapasompa dapat bekerja sama dengan Belanda, dengan tujuan agar Kerajaan Makassar masih dapat bertahan.
Ternyata Mapasompa jauh lebih keras dari ayahnya sehingga Belanda mengerahkan pasukan secara besar-besaran untuk menghadapi Mapasompa.
Pasukan Mapasompa berhasil dihancurkan dan ia tidak diketahui nasibnya.
Dengan kemenangan itu, akhirnya Belanda berkuasa ata Kerajaan Makassar.

Kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara Bagian 3 (Habis!)

8. Kerajaan Ternate.
Menurut catatan orang Portugis, raja di Maluku yang mula-mula memeluk agama Islam adalah Raja Ternate, yaitu Gapi Baguna Sultan Marhum karena menerima pengaruh dakwah dari Datuk Maulana Husin (1465-1485 M).
Setelah wafat, beliau digantikan oleh putranya, Zainal Abidin.
Zainal Abidin hanya memerintah sampai tahun 1500 M.
Secara berturut-turut yang kemudian memerintah di Ternate adalah Sultan Sirullah, Sultan Khairun, dan Sultan Baabullah.
Sejak pemerintahan Sultan Khairun, di Maluku telah berdatangan bangsa Portugis, Spanyol, dan Belanda.
Di antara mereka terjadi persaingan yang ketat sehingga akhirnya terjadi konflik.
Bangsa Portugis mendirikan Benteng Sao Paulo dengan dalih benteng tersebut dibangun untuk melindungi Ternate dari Serangan Tidore yang bersekutu dengan Spanyol.
Lambat laun Portugis melakukan tindakan-tindakan yang menimbulkan kebencian rakyat Ternate.
Portugis membunuh Sultan Khairun karena Sultan Khairun menolak kehadiranpara misionaris Portugis di Ternate dan Portugis khawatir akan terusir dari Ternate.
Sultan Baabullah mengangkat senjata melawan bangsa Portugis.
Pada tahun 1575, Portugis berhasil di usir dari Ternate setelah benteng Portugis dikepung selama lima tahun.
Di bawah pemerintahan Sultan Baabullah, Kerajaan Ternate mencapai masa kejayaannya.
Sultan Baabullah mendapar gelar Yang Dipertuan di 72 pulau.
Setelah Sultan Baabullah wafat, Kerajaan Ternate mulai melemah.
9. Kerajaan Tidore
Kerajaan Tidore terletak di Maluku Utara.
Menurut silsilah raja-raja Ternate dan Tidore, raja Tidore yang pertama adalah syahadati alias Muhammad Naqal yang naik tahta sekitar tahun 1081 M.
Cirililiati raja ke-9 kembali ingin memeluk agma Islam, berkat dakwah Syekh Mansur dari Arab.
Setelah masuk Islam, ia mendapat gelar Sultan Jamaluddin.
Agama Islam masuk ke Tidore sekitar tahun 1471 M.Kerajaan Tidore merupakan penghasil cengkih yang besar.
Awal Kerajaan Ternate dan Tidore hidup berdampingan tanpa adanya konflik.
Seiring dengan berjalannya waktu, kedua kerajaan ini justru bersaing memperebutkan kekuasaan politik di Maluku.
Pada tahun 1512 M. bangsa Portugis dan Spanyol memasuki Maluku.
Portugis memilih bersahabat dengan Ternate dan Spanyol bersahabat dengan Tidore.
Pada tahun 1529 M. Portugis menyerang Tidore dan Spanyol dibantu oleh Ternate dan Bacan, Portugis mengalami kemenangan dalam peperangan ini.
Setelah meguasai Maluku, Portugis mulai melakukan tindakan sewenang-wenang terhadap rakyat Maluku.
Hingga akhirnya kedua kerajaan itu sadar bahwa keduanya harus bersatu untuk mengusir Portugis di Maluku.
Portugis akhirnya mengalami kekalaha pada tahun 1575 M. dan menyingkir ke Ambon.Kerajaan Tidore mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Sultan Nuku(1789-1805 M).
Pada tahun 1801 M. ,beliau menyerang Ternate sehingga Ternate dan Tidore berhasil dipersatukan.
Pengganti Sultan Nuk adalah adiknya, Zainal Abidin (1805-1810 M).
IV. Daftar Bacaan.
1. Buku PAI kelas IX kurikulum 2013

How to brew instan noodle

Cara membuat mi
How to make brew instan noodle.

Procedure Text:

How to make noodle.

Ingredients :

1. Noodle.
2. hot water.
How to make noodle.

Method:

1. First, put into the noodle bowl.
2. Second, Admitted hot water to taste.
3. Finally, put the spice herbs and stir up to evenly. Wait for 3 minutes.
The noodle ready eat.

Lost:

The instan noodle Rp.2.500